SAMOSIR — Kebudayaan tidak hanya menjadi identitas masyarakat, tetapi juga memiliki potensi untuk menjadi penggerak ekonomi ketika dikembangkan melalui ekosistem kreatif dan pariwisata.
Semangat tersebut terlihat dalam pelaksanaan Toba Caldera Culture Festival (TCCF) 2026 di Pangururan, Kabupaten Samosir.
Ketua SC TCCF Mora Nasution menyebut kegiatan tersebut dapat memperkuat ekonomi kreatif sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat lokal.
Festival menghadirkan berbagai kegiatan budaya, di antaranya Choir Competition dan pertunjukan tari tradisional.
Menteri Ekonomi Kreatif RI Teuku Riefky Harsya mengapresiasi TCCF sebagai bentuk nyata dalam menumbuhkembangkan ekonomi kreatif berbasis budaya di kawasan Danau Toba.
Kehadiran kegiatan budaya dapat menciptakan ruang ekonomi bagi masyarakat. Wisatawan yang datang juga berpotensi menggerakkan sektor kuliner, kerajinan, UMKM, seni pertunjukan dan berbagai jasa pariwisata.
GM BP Toba Caldera UGGp Dr. Azizul Kholis mengatakan kekayaan lokal kawasan Danau Toba merupakan modal penting untuk pengembangan ekonomi kreatif.
Namun, pertumbuhan ekonomi tersebut tetap membutuhkan lingkungan yang terjaga.
Karena itu, TCCF juga dihubungkan dengan aksi konservasi berupa penanaman pohon dan penebaran benih ikan.
Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa budaya, pariwisata, lingkungan dan ekonomi kreatif dapat berjalan dalam satu ekosistem.
Dengan demikian, kebudayaan tidak hanya dilihat sebagai warisan masa lalu, tetapi juga dapat menjadi sumber kreativitas dan peluang ekonomi bagi masyarakat masa kini.
Penulis: Khang Akhyar
Sumber: Badan Pengelola Toba Caldera UGGp
